Senin, 03 Agustus 2015

ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DESA

By: Desa Simorejo On: 23.48
  • Berita Desa


  • Berdasarkan prioritas masalah dan potensi diatas maka bisa dirumuskan isu strategis yang akan ditangani dalam pembangunan desa 6 (enam) tahun ke depan sebagai berikut:
    a.    Peningkatan kualitas Infrastruktur dasar yang ada di desa meliputi peningkatan kwalitas jalan, jembatan, prasarana penerangan jalan dan fasilitas umum sesuai kebutuhan.
    b.    Peningkatan kualitas Usaha masyarakat melalui penguatan kelembagaan petani, peternak, pengusaha, perajin, pengembangan akses pemasaran dan peningkatan mutu olahan hasil panen.
    c.    Pengembangan fasilitas sosial terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan.
    d.    Peningkatan peran Pemerintahan Desa, Lembaga sosial kemasyarakat-an, Karang Taruna, Kelompok Perempuan, dalam proses pembangunan desa.

    ARAH KEBIJAKAN DESA

    By: Desa Simorejo On: 23.47
  • Berita Desa


  • 1.    Arah Kebijakan Pembangunan Desa
    Kebijakan pembangunan desa yang hendak dicapai dalam 6 (enam) tahun ke depan meliputi 3 aspek mendasar, yaitu :
    a.    Peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat
    Pelayanan kebutuhan dasar masyarakat yang diutamakan adalah dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, sarana prasarana pendukung  seperti :
    1)     Pembangunan jamban keluarga, MCK, pembangunan Drainase, SPAL, tempat pembuangan sampah rumah tangga.
    2)     Meningkatkan pelayanan kesehatan di Polindes sampai pelayanan rawat inap, memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi RTM, melengkapi alat-alat kesehatan ibu, anak dan lansia.
    3)     Penyediaan air bersih bagi semua dusun, dengan memanfaatkan sumber air yang ada secara optimal, termasuk mengurangi volume kehilangan air.
    4)     Revitalisasi peran dan fungsi Posyandu.
    5)     Pemberantasan sarang nyamuk.
    6)     Peningkatan dan pemasyarakatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
    7)     Wajib belajar anak didik 12 tahun, dengan target lima tahun kedepan sudah tidak ada lagi masyarakat yang tidak tamat SLTA.
    8)     Peningkatan pendidikan keagamaan.
    9)     Peningkatan SDM Aparatur Pemerintah Desa.
    10)  Peningkatan SDM warga masyarakat.
    11)  Mempermudah pelayanan yang berkaitan dengan informasi dan administrasi kependudukan.
    12)  Pembangunan sarana/prasarana Infrastruktur yang memadai.

    b.    Mengoptimalkan potensi pertanian
    1)     Mengolah lahan pertanian secara optimal guna peningkatan hasil pertanian.
    2)     Memanfaatkan lahan tidur yang ada dengan tanaman polowijo. Upaya ini akan didukung oleh pemerintahan desa dan Dinas/Instansi terkait.
    3)     Memanfaatkan tanah pekarangan dengan tanaman sayuran dan obat-obatan untuk tambahan penghasilan masyarakat.
    4)     Memanfaatkan dan mengurangi kehilangan debit air irigasi untuk pertanian melalui perbaikan saluran irigasi yang memadai.
    5)     Mengupayakan pupuk dan bibit murah (pupuk organik) dengan memanfaatkan limbah ternak yang ada.
    6)     Perbaikan pola tanam, intensifikasi yang dikoordinasikan melalui HIPPA dan didukung oleh PPL Pertanian.
    7)     Pengadaan alsintan dan saprodi untuk tambahan modal kelompok tani.




    c.    Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan mikro
    1.      Mengembangkan kelompok-kelompok simpan pinjam yang tersebar di tingkat dusun dan desa, terutama kelompok PKK,
    2.      Mengupayakan kerja sama dengan pemodal, pasar dan sumber bahan baku.
    3.      Meningkatkan keterampilan usaha melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan.
    4.      Pemasaran dan modal yang berimbang dan lancar.
    5.      Pelatihan manajemen bagi pengusaha-pengusaha kecil.
    6.      Pemanfaatan potensi dan produk unggulan desa.
    7.      Peningkatan pendapatan dari sektor peternakan, perikanan dan lain-lain.
    8.      Mengoptimalkan pasar desa yang ada.

    ANALISA LINGKUNGAN

    By: Desa Simorejo On: 23.44
  • Berita Desa


  • 1.    Potensi dan Masalah
    Potensi didapatkan dari pengolahan hasil musrenbangdes, wawancara, dan observasi per-dusun. Berbagai data yang masuk kemudian direkap dan dipilah untuk ditarik sebagai potensi pembangunan Desa Simorejo. Dari sini tergambar dan dapat teridentifikasi bahwa Desa Simorejo memiliki potensi yang sangat besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sampai saat ini, potensi sumber daya yang ada belum benar-benar optimal diberdayakan. Hal ini terjadi dikarenakan belum teratasinya berbagai hambatan dan tantangan yang ada. Potensi yang dapat digali melalui proses partisipatif dapat digambarkan sebagai berikut :


    a.   Sumber Daya Alam
    1)       Lahan pertanian (sawah) yang luas yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya karena saat ini belum dikerjakan secara optimal;
    2)       Intensifikasi tanah pekarangan seperti tegal, pekarangan, dan lahan kosong belum dikelola secara maksimal;
    3)       Tersedianya pakan ternak yang baik dan melimpah untuk mengembangkan peternakan seperti sapi, kambing dan ternak lain, mengingat usaha ini baru menjadi usaha sampingan;
    4)       Banyaknya sisa kotoran ternak sapi dan kambing, memungkinkan untuk dikembangkan usaha pembuatan pupuk organik;
    5)       Adanya hasil panen padi, jagung, tembakau, palawija, dan lainnya yang cukup melimpah dari hasil pengelolaan lahan pertanian/perkebunan masyarakat;
    6)       Adanya potensi sumber air tawar yang bisa dikembangkan untuk usaha perikanan air tawar;
    7)       Tersedianya pohon bambu dan pelepah pisang yang cukup melimpah, memungkinkan untuk dikembangkan sebagai hasil kerajinan.
    8)       Banyaknya sampah-sampah plastik dan limbah konveksi yang terbuang percuma, memungkinkan untuk diolah kembali (daur ulang)
    b.   Sumber Daya Manusia
    1)       Kehidupan warga masyarakat yang dari masa ke masa relatif teratur dan terjaga adatnya;
    2)       Besarnya penduduk usia produktif disertai etos kerja masyarakat yang tinggi;
    3)       Terpeliharanya budaya rembug di desa dalam penyelesaian permasalahan;
    4)       Cukup tingginya partisipasi dalam pembangunan desa;
    5)       Masih hidupnya tradisi gotong royong dan kerja bakti masyarakat. Inilah salah satu bentuk partisipasi warga;
    6)       Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga;
    7)       Terpeliharanya budaya saling membantu diantara warga masyarakat;
    8)       Kemampuan bertani yang diwariskan secara turun-temurun;
    9)       Adanya kader kesehatan yang cukup, dari bidan sampai para kader di posyandu yang ada di setiap dusun;
    10)    Adanya penduduk yang punya ketrampilan dalam pengolahan bambu dan pelepah pisang.
    c.   Kelembagaan/Organisasi
    1)       Hubungan yang baik dan kondusif antara kepala desa, pamong desa, lembaga desa dan masyarakat, merupakan kondisi yang ideal untuk terjadinya pembangunan desa;
    2)       Adanya lembaga di tingkat desa, yaitu Pemerintah Desa, LPMD dan BPD yang berperan dan dipercaya masyarakat;
    3)       Adanya kelembagaan, organisasi, dan kelompok-kelompok, pertanian, usaha dan keagamaan desa, memudahkan dalam berkoordinasi setiap kegiatan  pembangunan.
    Daftar peta permasalahan ini didapat dari hasil musrenbangdes penyusunan RPJM Desa Simorejo yang menghadirkan masing-masing perwakilan dusun yang berkompeten dan mewakili unsur-unsur yang ada di dalamnya. Sebagai data tambahan, upaya observasi dan wawancara dengan para pihak terkait juga dilakukan, sehingga dimungkinkan tidak ada masalah, potensi dan usulan perencanaan pembangunan desa yang tercecer.
    Semua pandangan yang muncul diinventarisir, dicoding, dan diskoring untuk kemudian diurutkan berdasarkan nilai permasalahan yang mendapat skoring terbanyak di masing-masing bidang. Karena begitu banyaknya masalah yang masuk maka diupayakan reduksi data, sehingga masalah di sini benar-benar masalah pokok dan penting.
    Di bawah ini adalah daftar masalah yang secara kualitatif dirasakan oleh masyarakat di masing-masing dusun:
    1.    Hasil Musrenbangdes untuk identifikasi masalah Dusun Malebo
    ·         Bidang Wajib
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Sarana Prasarana
    1.    Sarana transportasi (jalan) per-RT banyak yang rusak dan becek pada musim penghujan.
    2.    Badan jalan angkles dan terkikis oleh air di musim hujan.
    3.    Jembatan sempit dan kondisinya rusak, sehingga sulit bersimpangan.
    2
    Kesehatan
    1.    Gedung polindes perlu direhab
    2.    Pada saat musim pancaroba banyak masyarakat desa terserang ISPA.
    3.    Kurangnya kesadaran warga untuk hidup bersih.
    4.    Banyaknya populasi nyamuk, terutama saat musim penghujan.
    3
    Pendidikan
    1.    Gedung belajar RA tidak mampu menampung jumlah murid yang ada.
    2.    Sarana bermain untuk PAUD dan Playgroup kurang memadahi.
    3.    Gedung perpustakaan untuk SD/MI belum ada.
    4.    Para santri TPQ belajar mengaji di rumah guru, musholla, dan masjid.
    5.    Sarana dan prasarana sekolah kurang (gedung, komputer, dll)
    6.    Kesejahteraan guru ngaji, PAUD, Playgroup, dan RA kurang.
    4
    Ekonomi, Sosial, dan Budaya
    1.    Masih banyak warga miskin yang belum memilki rumah layak huni.
    2.    Banyaknya pengangguran.
    3.    Terjadinya kecemburuan sosial diantara warga miskin sebagai dampak adanya berbagai macam bantuan langsung dari Pemerintah.
    4.    Ketidaknyaman warga dalam beribadah karena kondisi masjid yang rapuh.
    5.    Kurang kompaknya pemuda, sehingga sering menimbulkan gesekan dan konflik kepentingan.
    6.    Kurangnya alat kesenian untuk perlengkapan Orkes Melayu untuk Karang Taruna.
    7.    Kegiatan olahraga Karang Taruna kurang maksimal.
    5
    Koperasi dan Usaha Masyarakat
    1.    BUMDes kekurangan modal.
    2.    Kurangnya pelatihan keterampilan.
    3.    Banyak UKM gulung tikar karena kekurangan modal dan terkendala pemasaran.
    4.    Perlu didirikannya koperasi untuk para petani.
    6
    Pemerintahan
    1.    Ruang kerja untuk perangkat desa kurang memadahi.
    2.    Sarana dan prasarana kantor desa kurang lengkap.
    3.    Sarana pendukung pelayanan administrasi belum memadahi.
    4.    Ruang panti PKK tidak layak digunakan.
    5.    Pembangunan pagar balai desa belum terselesaikan sehingga tingkat keamanan balai desa mengkhawatirkan.
    6.    Lembaga-lembaga pemerintahan yang ada di desa belum memiliki gedung sekretariat.
    7.    Bangunan pendopo yang memiliki pondasi cukup tinggi memerlukan pagar keliling untuk keamanan.
    8.    Belum adanya kendaraan dinas yang digunakan untuk perjalanan ke luar kota.
    9.    Sebagian besar dari para pelaksana pemerintahan yang ada di desa (Perangkat Desa, BPD, LPMD, PKK, RT/RW, Kader, dll) masih minim informasi dan pengetahuan.
    7
    Lingkungan Hidup
    1.    Banyak warga yang buang hajat sembarangan.
    2.    Kurangnya kesediaan air bersih, terutama di musim kemarau.
    3.    Pembuangan limbah air keluarga tidak ada
    4.    Perumahan warga sering tergenang air karena belum ada drainase.
    5.    Banyaknya sampah yang terbuang dengan percuma dan mengotori lingkungan.
    6.    Limbah ternak yang melimpah tidak termanfaatkan dan menimbulkan pencemaran.

    ·         Bidang Pilihan
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Pertanian
    1.    Banyak sawah yang tergenang air, mengakibatkan hasil panen merosot.
    2.    Pembelian pupuk pada masa tanam sulit.
    3.    Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan semrawutnya pola tanam pertanian.
    2
    Peternakan dan Perikanan
    1.    Peternak kurang modal.
    2.    Masih banyak warga yang menjadikan peternakan sebagai pekerjaan sampingan sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.
    3.    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan para peternak.
    4.    Belum adanya teknologi pendukung peternakan.
    5.    Melimpahnya sumber pakan belum termanfaatkan secara maksimal.
    6.    Kurang luasnya jaringan pemasaran hasil peternakan.
    3
    Perkebunan

    1.    Kondisi tanah yang semakin menurun tingkat kesuburannya menyebabkan tembakau yang ditanam kurang berkualitas.
    2.    Rendahnya kualitas tembakau yang ditanam para petani menyebabkan hasil olahannya sulit terserap oleh perusahaan-perusahaan besar.
    3.    Harga tembakau yang fluktuatif menyebabkan para petani ragu untuk menanam.

    2.    Hasil Musrenbangdes untuk identifikasi masalah Dusun Simo
    ·         Bidang Wajib
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Sarana Prasarana
    1.    Jalan lingkungan memerlukan perbaikan.
    2.    Badan jalan angkles dan terkikis oleh air di musim hujan.
    3.    Belum ada gapura untuk tiap RT.
    2
    Kesehatan
    1.    Terjadi gizi buruk.
    2.    Kurang peralatan penyemprotan nyamuk
    3.    Pada saat musim pancaroba banyak masyarakat desa terserang ISPA.
    4.    Kurangnya kesadaran warga untuk hidup bersih.
    5.    Banyak rumah warga yang belum memiliki SPAL.
    3
    Pendidikan
    1.    Kurangnya kesadaran masyarakat dalam program pendidikan wajar 12 tahun karena hambatan ekonomi
    2.    Gedung yang dimiliki MTs dan MA sudah tidak mampu menampung banyaknya siswa yang ada.
    3.    Gedung perpustakaan dan laboratorium untuk MTs dan MA belum ada.
    4.    Kondisi gedung TPQ sudah rapuh.
    5.    Sarana dan prasarana sekolah untuk MTs dan MA kurang (buku, meubelair, komputer, dll)
    6.    Kesejahteraan guru ngaji masih kurang.
    7.    Sarana dan prasarana pondok pesantren kurang memadahi.
    4
    Ekonomi, Sosial, dan Budaya
    1.    Adat istiadat mulai luntur.
    2.    Masih banyak warga miskin yang belum memilki rumah layak huni.
    3.    Kurangnya pelatihan kesenian hadrah/qoshidah
    4.    Kurangnya alat kesenian untuk perlengkapan hadrah/qoshidah
    5.    Ada konflik kesenjangan karena bantuan sosial pemerintah kurang merata ke warga miskin.
    6.    Ketidaknyaman warga dalam beribadah karena kondisi masjid yang rapuh.
    7.    Kegiatan olahraga Karang Taruna kurang maksimal.
    8.    Banyaknya pengangguran.
    5
    Koperasi dan Usaha Masyarakat
    1.    Kurangnya pelatihan keterampilan.
    2.    Banyak UKM gulung tikar karena kekurangan modal dan terkendala pemasaran.
    6
    Pemerintahan
    1.    Kurang berperannya sebagian besar dari para pelaksana pemerintahan yang ada di desa (Perangkat Desa, BPD, LPMD, PKK, RT/RW, Kader, dll) baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kegiatan pembangunan.
    7
    Lingkungan Hidup
    1.    Poskamling sebagai pusat kemanan sudah tidak ada lagi.
    2.    Kurangnya lampu penerangan jalan.
    3.    Masih banyak warga yang buang hajat ke kebun.
    4.    MCK belum memenuhi standar minimal kesehatan.
    5.    Banyaknya sampah yang menumpuk di kali menimbulkan bau yang mengganggu.
    6.    Drainase tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
    7.    Pendangkalan saluran irigasi akibat sedimentasi/pengendapan.
    8.    Tempat pembuangan sampah tidak ada.
    9.    Kekurangan air bersih saat musim kemarau.

    ·         Bidang Pilihan
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Pertanian
    1.    Banyak petani yang belum menggunakan bibit pertanian varietas unggul.
    2.    Banyak sawah yang tergenang air, mengakibatkan hasil panen merosot.
    3.    Pembelian pupuk pada masa tanam sulit.
    4.    Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan semrawutnya pola tanam pertanian.
    2
    Peternakan dan Perikanan
    1.    Peternak kurang modal.
    2.    Masih banyak warga yang menjadikan peternakan sebagai pekerjaan sampingan.
    3.    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan para peternak.
    4.    Belum adanya teknologi pendukung peternakan.
    5.    Melimpahnya sumber pakan belum termanfaatkan secara maksimal.
    6.    Kurang luasnya jaringan pemasaran hasil peternakan.
    3
    Perkebunan

    1.    Kondisi tanah yang semakin menurun tingkat kesuburannya menyebabkan tembakau yang ditanam kurang berkualitas.
    2.    Rendahnya kualitas tembakau yang ditanam para petani menyebabkan hasil olahannya sulit terserap oleh perusahaan-perusahaan besar.
    3.    Harga tembakau yang fluktuatif menyebabkan para petani ragu untuk menanam.

    3.    Hasil Musrenbangdes untuk identifikasi masalah Dusun Patoman
    ·         Bidang Wajib
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Sarana Prasarana
    1.    Sarana transportasi (jalan) per-RT banyak yang rusak dan becek pada musim penghujan.
    2.    Badan jalan angkles dan terkikis oleh air di musim hujan.
    3.    Jembatan sempit dan kondisinya rusak, sehingga sulit bersimpangan.
    2
    Kesehatan
    1.    MCK belum memadai.
    2.    Partisipasi imunisasi warga rendah.
    3.    Sarana air bersih kurang.
    4.    Populasi nyamuk saat musim penghujan meningkat.
    5.    Warga kesulitan dalam mencari transportasi kesehatan pada saat keadaan darurat.
    6.    Kegiatan posyandu belum maksimal karena belum memiliki ruang sendiri.
    3
    Pendidikan
    1.    Sarana dan prasarana pondok pesantren kurang memadahi.
    2.    Kurangnya kesadaran masyarakat dalam program pendidikan wajar 12 tahun karena hambatan ekonomi
    4
    Ekonomi, Sosial, dan Budaya
    1.    Masih banyak warga miskin yang belum memilki rumah layak huni.
    2.    Banyaknya pengangguran.
    3.    Terjadinya kecemburuan sosial diantara warga miskin sebagai dampak adanya berbagai macam bantuan langsung dari Pemerintah.
    4.    Ketidaknyaman warga dalam beribadah karena kondisi masjid yang rapuh.
    5.    Kurang kompaknya pemuda, sehingga sering menimbulkan gesekan dan konflik kepentingan.
    6.    Kurangnya alat kesenian untuk perlengkapan Orkes Melayu untuk Karang Taruna.
    7.    Kegiatan olahraga Karang Taruna kurang maksimal.
    5
    Koperasi dan Usaha Masyarakat
    1.    Kurangnya pelatihan keterampilan.
    2.    Banyak UKM gulung tikar karena kekurangan modal dan terkendala pemasaran.
    3.    Belum berfungsinya Pasar Desa sebagai sentra ekonomi warga.
    6
    Pemerintahan
    1.    Kurang berperannya sebagian besar dari para pelaksana pemerintahan yang ada di desa (Perangkat Desa, BPD, LPMD, PKK, RT/RW, Kader, dll) baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kegiatan kemasyarakatan.
    7
    Lingkungan Hidup
    1.    Banyak warga yang buang hajat sembarangan
    2.    Kurangnya kesediaan air bersih, terutama di musim kemarau.
    3.    Pembuangan limbah air keluarga tidak ada
    4.    Perumahan warga sering tergenang air karena belum ada drainase.
    5.    Banyaknya sampah yang terbuang dengan percuma dan mengotori lingkungan.
    6.    Limbah ternak yang melimpah tidak termanfaatkan dan menimbulkan pencemaran.
    ·         Bidang Pilihan
    No
    Bidang
    Masalah
    1
    Pertanian
    1.    Banyak sawah yang tergenang air, mengakibatkan hasil panen merosot.
    2.    Pembelian pupuk pada masa tanam sulit.
    3.    Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan semrawutnya pola tanam pertanian.
    2
    Peternakan dan Perikanan
    1.    Peternak kurang modal.
    2.    Masih banyak warga yang menjadikan peternakan sebagai pekerjaan sampingan sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.
    3.    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan para peternak.
    4.    Belum adanya teknologi pendukung peternakan.
    5.    Melimpahnya sumber pakan belum termanfaatkan secara maksimal.
    6.    Kurang luasnya jaringan pemasaran hasil peternakan.
    3
    Perkebunan

    1.    Kondisi tanah yang semakin menurun tingkat kesuburannya menyebabkan tembakau yang ditanam kurang berkualitas.
    2.    Rendahnya kualitas tembakau yang ditanam para petani menyebabkan hasil olahannya sulit terserap oleh perusahaan-perusahaan besar.
    3.    Harga tembakau yang fluktuatif menyebabkan para petani ragu untuk menanam.